Saturday, July 11, 2009

Pantangan Ketika Bercinta

Agar acara bercinta berjalan lancar, memang diperlukan suasana yang mendukung, tubuh yang fit. Tapi semua itu akan sia-sia saja kalau di tengah-tengah kehangatan kamu justru melakukan hal-hal berikut.

1. Sambil ngobrol

Memang akan lebih baik kalau ada komunikasi selama bercinta. Tapi bukan berarti kamu malah mengajaknya berdiskusi tentang iPhone dan fitur terbarunya, tapi carilah kalimat yang bisa membuat lebih bergairah seperti “oh sayang, apakah kamu tahu bahwa kamu adalah akan selalu menjadi yang terindah”.

2. Memikirkan hal lain

Jangan pernah bercinta sembari memikirkan bahan presentasi besok atau tabungan kamu yang mulai menipis, apalagi terbayang-bayang sexy nya si anak baru ketika kamu berpapasan di pantry siang tadi.
Sepenting apapun hal yang tiba-tiba teringat, sebaiknya segera mungkin lupakan dan konsentrasilah ke pasangan. Karena sesaat setelah si dia menyadari bahwa perhatianmu tidak ada padanya, sirna sudah gairahnya, dan acara bercinta pun terancam gagal.

3. Mempraktekkan posisi aneh yang tidak masuk akal

Mencoba gaya baru boleh-boleh saja, bahkan itu perlu dilakukan agar bercinta tidak monoton. Tapi sebaiknya jangan asal mencomot gaya yang sepertinya terlalu heboh, seperti misalnya gaya baling-baling bambu, tupai memanjat pohon kelapa, atau apapun itu yang terlihat seperti gerakan sirkus. Karena bisa mengakibatkan cedera yang cukup serius.

4. Memaksa menggunakan koleksi sex toys dan kawan-kawannya

Wow, sepertinya kamu harus mencari tahu terlebih dahulu apakah pasangan memiliki keinginan bercinta yang satu aliran dengan kamu atau tidak, karena masih banyak orang yang menganggap sex toys sebagai benda menjijikan. Kalau kamu tidak mencari tahu, bisa-bisa si dia lari ketakutan, karena takut bernasib seperti Manohara.

5. Terjadwal dan terorganisir

Akan membosankan sekali kalau semua sentuhan, rangsangan, sampai durasi untuk foreplay selalu sama dari waktu ke waktu. Ini tandanya kamu adalah seseorang yang sangat rapi sekali. Tapi sebaiknya simpan kerapian itu dan cukup gunakan untuk hal pekerjaan saja. Sesekali gunakan kelembutan ketika menyentuh pasangan, tapi di lain waktu luapkan saja “kebuasan” kamu dalam memperlakukan pasangan (asal jangan sampai menyakiti ya).

Sumber : http://www.twentea.com/