DARI 3.000 lebih wanita di Inggris berusia 18-45 tahun yang disurvei reddirect.co.uk dan dipublikasikan BBC News diketahui bahwa untuk hubungan jangka panjang, ungkapan kasih sayang dalam berbagai bentuk yang diwujudkan dalam hubungan sehari-hari oleh suami lebih penting ketimbang seks itu sendiri.
Ini bukan berarti para wanita itu tidak menyukai seks. Di samping menikmati sikap mesra-mesraan, 55 persen dari wanita itu sebenarnya masih ingin lebih sering menikmati seks, tetapi 62 persen mengaku kesibukan kerja menghalangi mereka.
Dikatakan, setelah tujuh tahun usia perkawinan, 80 persen dari wanita itu berpendapat bahwa suami mereka masih tetap menarik. Namun, setengah dari mereka berharap suaminya tetap bersikap romantis dan kurang dari tiga per empat di antara mereka tetap menganggap perlu menambahkan kemesraan dengan menikmati makan malam yang romantis di luar rumah.
Ketidakjujuran suami tidak akan ditoleransi oleh mayoritas wanita itu. Delapan di antara 10 wanita mengaku akan menceraikan suaminya bila ketahuan berselingkuh. Namun, di mata mereka, persoalannya berbeda bila yang berselingkuh mereka sendiri. Sekitar 17 persen dari wanita itu mengaku punya cem-ceman alias menjalin affair dan 60 persen mengatakan, demi keutuhan hubungan dengan suami, yang terbaik adalah tidak usah mengaku kalau selingkuh.
Ditanya penyebab yang paling sering memicu pertengkaran dengan suami, lima jawaban terbanyak adalah uang (28 persen), tugas kerumahtanggaan (27 persen), jam kerja suami (15 persen), suara ngorok suami (12 persen), dan kebiasaan minum alkohol (10 persen).
Cole mengatakan, memang ada sejumlah pasangan yang datang kepadanya dan merasa cemas karena mereka sudah beberapa lama tidak berhubungan seks. “Masalahnya, saya akan semakin cemas bila ada pasangan datang ke tempat saya sambil mengatakan sudah tidak ada kehangatan dan kasih sayang lagi di antara mereka,” katanya.
Sumber : www.kompas.com